Scrolling Glitter Text Generator & Myspace LayoutsScrolling Glitter Text Generator & Myspace LayoutsScrolling Glitter Text Generator & Myspace LayoutsScrolling Glitter Text Generator & Myspace LayoutsScrolling Glitter Text Generator & Myspace LayoutsScrolling Glitter Text Generator & Myspace LayoutsScrolling Glitter Text Generator & Myspace LayoutsScrolling Glitter Text Generator & Myspace LayoutsScrolling Glitter Text Generator & Myspace Layouts

Jumat, 04 September 2009

Kenali Penyakit DM sejak dini

Penyakit Diabetes mellitus (DM) atau yang sering disebut sebagai kencing manis merupakan satu dari sekian penyakit metabolik yang prevalensinya meningkat setiap tahunnya. Jadi jangan pernah anggap remeh akan penyakit ini, karena siapapun dapat terkena penyakit ini.

Apabila seseorang sudah mengidap diabetes, maka seumur hidupnya ia akan sangat tergantung kepada obat-obatan dan tentunya harus selalu menjaga asupan makanan dan pola hidup. Data Departemen Kesehatan RI menunjukkan, prevalensi DM sekitar 1,5-2,3% dari populasi usia di atas 15 tahun.



Sedangkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) memaparkan, pada tahun 1995, di Indonesia terdapat sekitar 5 juta penderita DM. Sehingga, dengan asumsi prevalensi DM 4%, diperkirakan pada tahun 2020 penderita DM di Indonesia akan mencapai 12 juta orang. Hal ini harus kita sadari sejak dini sehingga upaya pencegahan pun dapat dilakukan.

Terdapat dua tipe DM yang umum terjadi di Indonesia, pertama adalah DM yang bergantung pada insulin (insulin-dependent diabetes mellitus), disebabkan karena destruksi sel beta langerhans akibat proses auto imun (tidak diketahui sebabnya) sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat diderita pada anak-anak maupun dewasa.

Tipe DM yang kedua adalah DM yang tidak bergantung pada insulin (non-insulin-dependent diabetes mellitus) akibat dari kegagalan relatif sel beta langerhans sehingga terjadi resistensi terhadap insulin (sensitifitas insulin berkurang).

Penyebab pasti dari penyakit ini tidak diketahui namun dicurigai salah satunya akibat kegemukan (overweight). Diabetes mellitus (DM) yang timbul akibat kegemukan ini biasanya terjadi pada usia lanjut atau diatas 40 tahun.

Melakukan diagnosa pada penderita DM tidaklah sulit, antara lain adanya keluhan sering buang air kecil (polyuria) terutama pada malam hari, sering merasa haus (polydipsi), sering merasa lapar (polyfagi), badan mengurus serta lemas merupakan cara kita untuk mengetahui seseorang tersebut terkena DM atau tidak. Terlebih apabila hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan angka yang melebihi 200 mg/dl, maka seseorang tersebut sudah bisa dipastikan mengidap DM.

Pencegahan DM tidaklah sulit yakni hanya dengan menjaga keseimbangan makanan (menghindari makanan tinggi lemak dan mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat) dan olahraga teratur. Penanganan terhadap penyakit DM pun tidak sembarangan. Berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah laboratorium, jika kadar gula darah mendekati angka normal, maka dokter akan menganjurkan diet rendah kalori terlebih dahulu serta olah raga teratur. Namun apabila tidak juga mengalami penurunan kadar gula darah, maka dokter biasanya akan memberikan obat oral anti diabet (OAD).

Inilah yang menjadi fokus perhatian perusahaan kami untuk selalu peduli akan kebutuhan obat-obatan yang tingkat prevalensi penyakitnya cukup tinggi di Indonesia. Pada awal tahun 2010 ini Indofarma siap memberikan pelayanan terbaiknya dengan menghadirkan satu produk antidiabetes yaitu Glimepiride 2 dan 4 mg tablet.

Waspadai Penyakit Setelah Gempa

Jakarta, Gempa yang terjadi Rabu kemarin di Tasikmalaya dan sejumlah daerah menyisakan banyak kesedihan dan ketakutan. Tak hanya luka trauma, pemerintah dan masyarakat juga harus mulai waspada penyakit yang timbul akibat bencana alam.

dr. Kartono Mohammad menjelaskan ada beberapa penyakit kejiwaan dan fisik yang dialami korban bencana yang harus diwaspadai pasca gempa. Pemerintah diimbau untuk lebih proaktif menangani korban gempa tak hanya memberikan pertolongan fisik tapi juga psikis.

Beberapa penyakit yang kemungkinaan timbul akibat gempa adalah:




1. Penyakit psikologisnya akibat kehilangan rumah, kehilangan anggota keluarganya atau bisa juga trauma karena ketakutan yang mendalam.
2. Patah tulang akibat terkena reruntuhan bangunan.
3. Penyakit kulit dan diare akibat kurangnya asupan air bersih karena saluran air bersih dan sanitari yang rusak.
4. Penyakit pernapasan akibat terpapar udara yang kotor karena banyak bangunan yang roboh.


"Penyakit-penyakit yang biasa timbul setelah gempa biasanya tergantung dari seberapa besar dampak dari kejadian gempa tersebut, seperti seberapa banyak bangunan yang roboh dan lainnya," ujar dr. Kartono Mohammad saat dihubungi detikHealth, Kamis (3/9/2009).

Kartono menambahkan untuk pertolongan pertama korban patah tulang sama seperti korban patah tulang akibat kejadian lainnya dan harus segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani. Dia juga mengingatkan agar diperhatikan penyakit yang timbul di tempat-tempat pengungsian warga sekitar.

"Penyakit yang paling sering menimpa para pengungsi adalah penyakit diare dan saluran pernafasan, hal ini harus segera diantisipasi dengan menyediakan air bersih, cairan agar bisa mengembalikan cairan tubuh yang hilang sehingga tidak mengalami dehidrasi serta obat-obatan dan makanan yang dibutuhkan oleh para pengungsi," ujar mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini.


Tips-tips aman saat Gempa

Jakarta, Gempa 7,3 SR yang terjadi Rabu siang (2/9/2009) dialami hampir sebagian besar masyarakat di Pulau Jawa. Histeris, panik dan berlarian keluar ruangan adalah reaksi orang pada umumnya. Ketahui cara berlindung yang aman ketika gempa.

Saat gempa mengguncang bumi, dan Anda sedang berada di lantai tertinggi dalam sebuah gedung, apa yang harus dilakukan? Naik lift ke bawah, turun melalui tangga darurat, atau diam saja di tempat?


Dikutip dari Ehow, Kamis (3/9/2009), ada beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan ketika gempa mengguncang gedung bertingkat tempat Anda berdiri.

1. Berlindunglah di bawah meja
Meja atau bahan lain yang kuat dan bisa melindungi bagian tubuh bisa menghindarkan Anda dari reruntuhan gempa selama gempa itu berlangsung.

Jika Anda tidak bisa menemukan sesuatu yang bisa melindungi diri, carilah pintu dan berdirilah di sampingnya. Jika pintu tidak ada, rangkul dan merapatlah pada dinding bagian dalam. Pintu dan dinding dalam memiliki struktur yang kuat dan leboh tahan gempa.

2. Hindari berdiri di samping benda berat
Jangan sekali-kali berlindung di belakang rak lemari, papan, atau benda apapun yang berat. Benda-benda tersebut bisa jatuh dan menimpa Anda ketika gempa berlangsung.

3. Tunggu waktu yang tepat untuk keluar
Sebaiknya jangan cepat-cepat ambil langkah seribu dan ingin keluar dari gedung karena itu hanya akan membahayakan nyawa Anda. Siapa tahu gempa susulan akan datang dan nyawa Anda terancam ketika akan keluar ruangan.

Anda berisiko terjepit, sesak nafas atau bahkan terkena reruntuhan gempa tanpa perlindungan apapun ketika hendak keluar ruangan. Tunggulah beberapa menit sampai gempa agak mereda dan Anda merasa aman ketika turun.

4. Lindungi wajah
Jika Anda berada dalam gedung yang memiliki banyak kaca, sebaiknya tutupi bagian wajah karena pecahan kaca akibat gempa bisa loncat ke wajah Anda. Lindungi wajah dengan jaket tebal atau benda lain yang tidak bisa ditembus pecahan kaca.

5. Hindari berlindung di dapur
Dapur adalah bagian ruangan yang paling berbahaya di antara semua ruangan. Jika Anda seorang koki dan sedang berada di dapur, sebaiknya berlindunglah di tempat yang lebih aman.

Anda bisa terkena barang-barang tajam yang ada di dapur, jangan lupa matikan semua peralatan dapaur yang masih menyala untuk mencegah hal yang lebih buruk lagi.

6. Jangan turun menggunakan lift
Ketika gempa sudah reda dan Anda merasa aman untuk keluar ruangan, sebaiknya tetap gunakan tangga darurat ketimbang naik lift. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketika gempa susulan datang dan Anda terjebak dalam lift yang mati, itu bisa membahayakan nyawa Anda.

Setelah gempa berhenti sebaiknya jangan langsung masuk dalam ruangan. Tunggu dan lihatlah kondisi sekitar atau peringatan di radio karena jangan-jangan gempa susulan masih akan datang.


Mengapa Kita Pusing Saat Gempa ?

Jakarta, Pusing. Begitu salah satu keluhan yang dirasakan oleh banyak orang setelah gempa hebat mengguncang Jakarta, 2 September kemarin. Faktor apa sebenarnya yang menyebabkan orang pusing-pusing saat gempa?

Menurut dr Handrawan Nadesul, pusing-pusing saat goncangan terjadi dapat dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor pertama adalah karena masalah kejiwaan yang bisa berpengaruh pada fisik.



"Gempa adalah kondisi yang tidak biasa, itu akan menimbulkan kondisi panik atau panic reaction," kata Handrawan saat berbincang dengan detikcom, Kamis (3/9/2009).

Handrawan mengatakan, jika kondisi panik terjadi, maka adrenalin dalam tubuh juga akan dipompa. Jika kebanyakan, maka akan menimbulkan krisis.

"Nah ini akan berpengaruh pada fisik sehingga timbul keringat dingin, pusing, mual dan sebagainya," kata Handrawan.

Faktor kedua adalah kondisi fisik seseorang. Menurut Handrawan, seseorang yang memiliki gangguan di kepala seperti migrain dan vertigo, biasanya akan mudah pusing saat terjadi goncangan saat gempa.

"Apalagi vertigo, karena posisi kepala berubah, dia bisa kena pusingnya. Tujuh keliling," kata Handrawan.

Lalu bagaimana cara menolong orang yang pusing-pusing setelah terjadi goncangan? "Untuk yang karena stres, dengan hilangnya goncangan biasanya akan reda sendiri. Tapi untuk yang karena vertigo, kalau tidak segera hilang ya harus dibantu dengan obat," ujar Handrawan.


Kamis, 03 September 2009

Virus Ri lebih berbahaya dari Virus Asing

INILAH.COM, Surabaya - Virus buatan Indonesia diyakini lebih berbahaya dari buatan asing. Virus-virus lokal itu bisa menghilangkan file data.

"Virus asing tidak sampai menghilangkan file penting penggunanya. Produsen virus tersebut hanya ingin menunjukkan kelemahan Windows yang ada saat ini," kata Technical Security Consultant, ESET Indonesia, perusahaan di bidang keamanan digital, Yudhi Kukuh di Surabaya.



Namun, jelas dia, dari sejumlah virus yang menyebar di seluruh jaringan komputer di dunia, virus asal Indonesia hanya menyumbang 0,1 persen.

"Meski penguasaannya terbilang minim secara internasional, pengguna komputer perlu menyadari pentingnya antivirus untuk melindungi data," ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, variasi virus di dunia sangat beragam. Akan tetapi, yang kini menjadi tren dan berbahaya adalah virus configure atau conficker. Virus ini sifatnya bisa menggandakan diri, sehingga kini variannya bisa mencapai turunan ke-30 (configure varian AQ).

"Mayoritas, selama ini yang menyerang komputer di antaranya configure generic, configure varian A, dan configure varian AA," katanya.

Sementara, ia mencontohkan, ragam virus lokal yang juga membahayakan data pengguna komputer seperti babon, aksika, coolface & coolface MP3 player, W32/Kill AV, pendekar blank, pacaran, blue fantassy, Windx-Matrox.

"Selain itu, ada juga virus amburadul, FD Shield, Purwo C, dan Nadia Saphira," katanya mengungkapkan.

Terkait pengguna antivirus ESET, Marketing Communications ESET Indonesia, Chrissie Maryanto, menyatakan, sampai saat ini pasar perusahaan itu 60% berada di Jakarta, 30% di Surabaya, dan 10% menyebar di kota lain.

"Dari jumlah tersebut, segmentasi pasar kami terdiri dari 80% kalangan korporasi dan 20% pelaku usaha ritel," katanya.

Sejak Agustus ini telah memiliki reseller di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Jember, Bali, Balikpapan, dan Papua.

"Mengenai upaya menarik konsumen, kami memberikan promo Merdeka Dari Virus dengan harga promosi untuk Home Edition seperti ESET Antivirus NOD32 yang kini menjadi US$24,99 dari harga normal US$39,99," katanya.[*/ito]


Kematian Sudah Dekat? Cek Di internet ?

INILAH.COM, Jakarta – Internet penuh dengan informasi, keanehan, pornografi dan sekarang, berkat website yang dikembangkan oleh peneliti dan mahasiswa di Universitas Carnegie Mellon, penggunanya bisa mengetahui apakah tahun depan orang masih hidup atau sudah mati.

Website www.DeathRiskRankings.com yang dibuka Kamis (27/8) mendadak langsung popular dan mencatat 3 juta hit bahkan dimatikan sementara selama 2 jam karena mengalami masalah pada servernya.




Paul Fishbeck, pengembang situs dan profesor ilmu sosial dan pengambilan keputusan di CMU mengatakan situs itu salah satunya mengambil slogan kematian tidak pernah sangat menyenangkan.

“Aku mempelajari risiko finansial, lingkungan, kesehatan dan keselamatan. Salah satu risiko terbesar adalah kematian dan selalu menghantui kita. Ketika melihat statistik kematian, yang ada hanya tingkat kematian bayi dan harapan hidup. Tidak banyak hal lain diantaranya,” katanya.

“Jika sungguh sungguh ingin tahu tentang statistik apakah anda akan mati tahun depan, itu sulit untuk mengetahuinya. Kami ingin mengembangkan situs bertujuan agar anda bisa mengetahuinya hal itu,” tambahnya.

Untuk mempelajari risiko kematian di tahun depan atau mungkin 5, 20 atau 30 tahun ke depan dan apa yang menyebabkan kematian, website ini mengizinkan penggunanya untuk membandingkan tingkat kematian berdasarkan gender, umur, penyebab kematian dan wilayah geografis, termasuk Amerika Serikat dan Eropa.

Para pengembang berharap statistik yang mereka kumpulkan dari pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit AS dan juga dari 30 negara Eropa akan menyediakan batu loncatan bagi peneliti lain dan pembuat kebijakan kesehatan.

“Kita perlu memfokuskan usaha untuk mencoba memahami mengapa ada perbedaan dan mencoba untuk mengurangi," katanya.

Sebagai contoh, seorang wanita bangsa Inggris berumur 54 tahun 33% berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan rekan mereka di Pennsylvania AS. Tetapi wanita Pennsylvania mempunyai 29% lebih tinggi risiko terkena kanker paru paru.

Pembanding lainnya menunjukan bahwa laki laki mempunyai angka kematian tahunan lebih tinggi daripada wanita, dan orang kulit hitam di Amerika mempunyai risiko angka kematian lebih tinggi terkena penyakit jantung dan kanker dari pada mereka yang berkulit putih.

Faktanya, orang kulit hitam pada umur 30 dan 40-an dua kali lebih banyak yang meninggal daripada rekan mereka yang berkulit putih.

Salah satu yang paling mengganggu adalah kulit hitam ber umur 19 tahun dua kali lebih tinggi berisiko mati tahun depan, daripada rekan mereka yang berkulit putih. Di mana 65% kematian laki laki kulit hitam karena pembunuhan, dibandingkan dengan rekan mereka yang berkulit putih yang hanya 5%.


Pengikut

| More

Supported By: